Kamis, 06 Maret 2014

Tere Liye dan Segitiga Naga


Tere Liye, seorang penulis Indonesia yang tak diragukan kemampuan menulisnya. Beliau selalu mampu menguak sisi lain kehidupan dan memolesnya menjadi suatu yang sangat menarik. Ada salah satu bukunya yang membuatku sangat penasaran. Penasaran karena dialog ini :

Opa mengenali rasi bintang, Tommy. Nelayan yang mengajari Opa selama berminggu-minggu diatas perahu kayu bocor. Kemudi otomatis kapal tidak menuju Hongkong bukan?”
Aku menelan ludah.
Opa menghela napas perlahan dalam-dalam . “Ah, bahkan hingga sekarang , Opa selalu merinding membayangkan cerita itu. Lihat, bulu lengan Opa berdiri. Ketakutan terbesar bagi seorang pelaut paling tangguh sekalipun. Pasifik tidak menuju Hongkong, bukan?”
***
Orang tua ini akan memilih loncat, Tommy”. Opa tersenyum lelah, tertawa ganjil. “kau pastilah tahu, Opa lebih baik memilih mati dibunuh penjajah, dimakan hewan buas lautan, atau karam sekalipun, dibanding ‘sesuatu’ itu. Kau tahu, bukan?” Opa mengedipkan matanya.
***
Ram, aku menertawakan dia sekarang. Persis saat ini, Pasifik telah tiba di bagian laut yang hilang dari peta navigasi. Kemudi kapal itu tidak pernah menuju Hongkong. Aku telah mengubahnya, lantas menipu display-nya seolah-olah tetap menuju kearah Hongkong. Persis saat ini juga, Pasifik kehabisan solar, terapung-apung tanpa tenaga, teerjebak di bagian laut yag bahkan sejak Opa muda dulu legendanya sudah mengrikan.
Aku tertawa, membayangkan wajah panik Ram saat bangun tidur, melihat ke luar jendela, bukannya gedung-gedung tinggi dan burung camar yang menyambutnya, melainkan hamparan lautan kosong sejauh mata memandang. Dengan logistik di lambung Pasifik, dia boleh jadi bisa bertahan dua hari di sana. Tetapi semua pelaut tahu, bukan soal logistik. Bertahun-tahun, puluhan kapal, bahkan belasan pesawat terbang telah hilang di bagian itu tanpa pernah terjelaskan.

Saat membaca ini, otomatis pikiranku menuju Segitiga Bermuda yang terkenal itu. Tapi, segitiga itu kan tidak terletak di Asia. Segera kubuka atlasKucari laut apa yang terletak disekitar Hongkong. Memang ada Samudra Pasifik, tapi itu tak mungkin. Kuperhatikan lagi Negara di sekitar Hongkong yang dikelilingi laut. Dan tiba-tiba saja aku tertarik pada Jepang. Apa iya ada segitiga juga di Jepang?

Secepat kilat kutanya Mbah Google. Dan ternyata ada. Segitiga itu sering disebut Laut Iblis atau Segitiga naga (“Ma-no Uni”). Segitiga ini terletak di Jepang bagian barat hingga pulau Yap di selatan dan Taiwan ke barat. Sampai saat ini laut itu tidak dapat terlacak dalam alat navigasi. Legenda Jepang kuno menyebutkan bahwa kawasan ini memang dihuni oleh sejumlah naga, sehingga dinamai segitiga naga.

Ehm, jadi ingat film Avatar- The legendof Aang. Saat itu Aang dan kawan-kawannya serta rombongan keluarga si ibu hamil ingin pergi ke Basinsei . karena mereka tak bisa mendapatkan tiket kapal, akhirnya mereka berjalan kaki dan menuju Jalur naga. Disana memang mereka bertemu naga. Mungkin saja Jalur Naga difilm ini terilhami oleh Segitiga naga. 
 
Mau tahu lebih lengkap tentang Segitiga Naga? Intip disini. 
 



http://okepos.blogspot.com/2013/01/perairan-maut-segitiga-naga-di-samudera.html

Ehm, dan ternyata Indonesia juga punya 'Segitiga' juga loh.

Tidak ada komentar: