Selasa, 25 Maret 2014

#30daysbloggingchallenge Dengan kekuatan bulan....

Dengan kekuatan bulan,,,
Akan membunuhmu




Ini film favoritku saat aku TK. Aku sering bercerita pada adikku yang paling kecil. Kebetulan dia perempuan. Sangat penasaran sekali bagaimana Sailor Moon itu. Dan saat Bulan Ramadahan tahun lalu, kami bertiga (aku, adik laki-laki dan adik perempuanku) menyempatkan diri untuk menonton film itu. Ahahah. Mereka rela tidak tidur setelah sahur.








Kalau bisa memilih, aku sih maunya menjadi ini




Ehehe,, planet apa tuh? Sailor Moon kan nama personilnya diambil dari nama-nama planet dalam tata surya kita. 

Lebih gampangnya aku mau jadi Setsuna Meioh

Sudah tahu sailor apa dia? Dialah Sailor Pluto. Melihat keadaan sekarang seharusnya dia tak diakui sebagai anggota Sailor Moon. Karena Pluto tidaklah lagi dianggap sebagai planet dalam tata surya kita. 





Aku ingin menjadi Sailor Pluto karena dia itu misterius. Dia muncul di pertengahan episode dan bahkan untuk episode-episode selanjutnya karakternya jarang muncul. Aku tertarik dengan kemisteriusannya. Selain itu, diantara 3 Sailor pendatang (Uranus, Neptunus dan Pluto), hanya dialah yang sukarela membantu Usagi dan kawannya. Dia menolak gagasan Uranus dan Neptunus untuk bekerja sendiri.


Bukan hanya itu. Aku suka akan kemampuannya yang bisa mengendalikan waktu. Ehehehe, aku bisa jalan-jalan ke masa lampau dan masa depan.





#30daysbloggingchallenge Being Adult





Menjadi dewasa. Saat anak-anak, banyak manusia yang penasaran akan dirinya di masa depan. Akan jadi apa aku nanti?
Apakah cita-citaku saat ini akan tercapai kelak?
Bagaimana rupaku saat dewasa nanti?

Pengharapan itu menjadi dorogan kuat bahwa anak-anak ingin sekali menjadi dewasa. Terutama remaja. Mereka cenderung berfikir bahwa kehidupan mereka terkekang oleh adanya orang tua (PERATURAN). Maka mereka ingin sekali cepat berumur 18 tahun, patokan bahwa manusia dianggap dewasa di Indonesia. Kenapa? Karena ingin cepat hidup mandiri (bahasa lainnya kabur dan hidup sesuka hati tanpa ada yang mengatur). Yah, remaja. Jiwanya masih labil.

Namun saat telah menjadi dewasa, berumur 18 tahun, apakah kita benar-benar dewasa? Jiwa dan fikiran? Ehm, justru saat kita sudah bisa membedakan baik dan buruk, pencarian sebenarnya baru dimulai. Bagaiman kita bisa menghadapi dan berjuang dalam kehidupan kita dan orang-orang disekitar kita. Terkadang kita ingin kembali ke masa lampau. Menikmati tiap detik masa kanak-kanak yang penuh warna.


Duh, ini justru membuat pendewasaan terdengar menakutkan





Tapi dengan fikiran yang lebih matang dan pengalaman, tentunya kita tak selalu berandai-andai bisa hidup di Neverland. Dewasa dan kanak-kanak memiliki kebahagiannya sendiri. Menyenangkan bagi anak-anak, lebih luar biasa bagi dewasa. Karena saat dewasa kita bisa berfikir dari segala sudut pandang. Yah, memang sih terkadang yang menyebalkan dari menjadi dewasa itu adalah saat kita terbentur masalah. Rasanya kita tak sanggup menjalani kehidupan ini. Tapi inilah Fairy-Tale kita. Realitas. Kita masih bisa berharap, berusaha dan berdoa untuk mendapatkan impian kita. Itu yang berbeda saat kanak-kanak dimana kita berfikir Ibu Peri bisa mengabulkan apapun yang kita mau.






Aku mulai terbiasa bertanggung jawab terhadap orang lain karena didikan sekolah-ku. Sebagai senior, aku bertanggung jawab bukan hanya karena aku anggota OSIS tapi juga bertanggung jawab terhadap junior yang tinggal sekamar denganku. Dari sinilah aku merasa nyaman menganalisis berbagai macam karakter. Senang saja mengetahui perilaku anak-anak "spesial" yang terkadang penyebabnya membuat hatiku mengaduh. Mengetahui berbagai emosi anak dan perilaku mereka menambah ilmu untukku. Ilmu kehidupan, bekal menghadapi kedewasaan.

Untuk tahu seberapa dewasanya kita adalah saat kita bertanggung jawab bukan hanya untuk diri sendiri. Kita bisa mempraktekkannya saat kita peduli pada teman. Teman, bukan keluarga. Karena saat remaja kita terbiasa menghabiskan waktu bersama mereka dan kita cenderung terbuka pada mereka dibandingkan keluarga. Selanjutnya pada organisasi. Bagaiman andil kita saat berkecimpung. Kontribusi apa yang kita beri agar organisasi tersebut bisa berjalan dengan lancar.

Teman kampusku sering menjuluki-ku sebagai orang yang "dewasa terlalu dini". Tapi menurutku tidak juga. Pengalaman ! Aku yang biasa dirumah dituntut bertanggung jawab, semakin terasah saat di sekolah menengah. Karena aku tinggal di sekolah berasrama yang memiliki disiplin tinggi. Tapi bukan berarti ketat seperti militer. Selain itu, teman-temanku, my LUF (eL Unique Family) adalah orang-orang hebat. Pembentukan karakter dasarku dalam menghadapi kedewasaan memang dimulai dari mereka. Kami tak berbeda dengan remaja pada umumnya. Hanya saja kami tidak menghabiskan waktu dengan huru- hara dengan trend allay seperti remaja sekarang. Ups.. :P

Entah bagaimana dengan kalian saat remaja. Kami kebetulan kelompok yang terdiri dari orang-orang berprestasi. Bukan sombong. Kebanyakan dari kami mendominasi kelas unggulan dan saat kami menjabat osis, posisi-posisi tinggi dan penting kami yang menjabat.


Menjadi dewasa bagi anak-anak  atau orang yang lebih muda dari kita, yang seumuran dengan kita atau kawan-kawan kita bisa saja dibilang mudah. Tapi menjadi dewasa untuk orang tua kita dan orang yang lebih tua dari kita itu yang sulit. Seperti saat ini. Lingkungan kerjaku mayoritas terdiri dari kaum hawa (ibu-ibu) dan tentu saja usia mereka jauh diatasku.

Ini hal yang sangat menyebalkan. Menyebalkan bagiku karena aku merasa sebagai anak kecil di tengah mereka dan ini tentu saja mempengaruhi alam bawah sadarku hingga membuatku bertingkah sungguhan menjadi anak kecil.

Dan menurutku inilah proses pendewasaan yang paling berat. Karena masih menjalaninya, aku belum bisa memberikan kesimpulan. Keep fight :D


Dan aku masih percaya keajaiban akan datang. Keajaiban versi dewasa :D





Kamis, 20 Maret 2014

#30daysbloggingchallenge If I could choose my Super power

If I could choose my super power ?
Which one should I choose?
Smart as Einstein , Strong as Superman ?
There are many super heroes as we known Or  Shape shifter, Elastic as or super hero just as the other . elastic

fantastic four , Minky Momo , the incredible . Klo disebutin also not going sleseai . Buanyak really super hero names .

But if I could choose , I really really want to be invisible. Invisible like Sue


Invisible like a violet






Or invisible like wearing Harry Potter's invisibility cloak  .


Why do I want to be invisible ?
Looks like I have to open my negative side here : p
I love serenity . Well and I also love walking, even though it isn't good for health. POLLUTION. Too many vehicles passed the roads and also our surrounding . But I still love it and still do it. Walking was made ​​by nature .

Walking is the right times when I really want to be invisible . Because I want to be fully immersed and enjoy the extraordinary work of HIM. The nature.

Like sitting still staring at the sun is going to set. Pay attention to the color of the sky and grass that slowly change color . Or look up into the sky to observe the collection of Sirus , alto stratus, kumulus drifting . Or just closed the eyes when the wind blows and let the wind plays the edge of my veil. Sometimes my habit often claimed as weird . How come there is a girl and in sudden just smiling by herself? Is that girl mad? Insane? Yeah, I'm insane of HIS creation :D



Rabu, 19 Maret 2014

#30daysbloggingchallenge Regretting those things we didn't have the guts to do

Regret ?

The word that always adorn our lives when we feel what we did was not perfect or when we feel unhappy .

And I really like this topic . Regret that appears due to a lack of courage . I mean we are all certainly brave , even though our courage has its limits . It such annoying indeed when we met precarious situation and we did not have enough courage to face it .

Like me . It happened when I was in college where I was being involved in student organizations . At first I was confident that our organization will be established with the personnels whom I think they are talented. But none can predict the future, our Chairman resigned. What?

What ?


I, at that time officiated as vice chairman of course shocked. My body was limp instantly . I knew the reason why our Chairman was resigned, even though he didn't say it. It was shown implicitly that he couldn't stand of one of our partner's behaviour. Just such annoying person. That person did not appreciate us, I and our Chairman. Why do not appreciate ? Because she (that person is female? How come my chairman who is male was defeated by her?)stepped over the two of us for event activities and in managing organization. It liked she was the real Chairman. Sometimes her act made the junior and other members annoyed. Besides, she used the words that well, , a little rough .

And here I am. Being a representative such like a promoted . Having Fun ? No. Definetely No. Big NO.  Because the weight is too hard. Hard for me because I have not been able overcome this one "sweety girl" . I , who from the first was really shocked and confused. As if my world is all gray and gloom. Lonely




You must be puzzled about my firends. Where are they when I was covered with this? They exist . Unfortunately they have their own mater respectively . And inevitably, each of us have to face our own problems.

Actually I had one person who is ready. He is my representative. I mean when I was promoted to be Chairman, He is promoted to be the Vice of Chairman. He always encouraged me. Never gave up how sad I was.


Then come a big event. And our orgaization was choosen to lead this event. Outomatically, I would be High Leader for this event. I accepted it and my Vice always there. Supporting and encouraging me. To make it short, that event was cancelled and made many people were sadder than me. Even my Vice cried. (He just showed his tears in front of me).


Since that time, I really hate my self. For punishing my self, I stayed away from my Vice. Because I wouldn't make him sad anymore. And the most terrible thing was I got C in my leadership class. Every time I entered that class, it seemed I will sit on execution chair. What my lecture said heard to satirize my self.

This occurance haunted me till graduation. I lost my best partner.

I wish I can fix it. I wish I have enough courage to fight 'that sweety girl'.


But now, I can forgive my self.

Minggu, 09 Maret 2014

30#blogging challenge What painting means to me


Somewhat I'm confused also to explain the meaning of painting for me. Ehmm,, it is said that my character is fond of art. But honestly, I'm not too good to draw. Moreover painting. :P

Anyway, The paintings vary according to their types. Want to know more? Just check
here or there 

Personally, painting shows memories. But it is not based on reality. I mean compared to photo, photo just shows object just the way it is. But painting can expresses more. The painter can play them for creat brush object based on imagination or even play colours

Staring at paintings, I mostly tend to be attracted to the colour mix. How the colour combinations looks  and how perfet those colours blend.

Talking about type of painting, I prefer to surrealism and naturalism because the colours which are used are often soft. Naturalism reminds me to nature and HE IS THE ALMIGHTY. Sometimes I admire the painter who can reflect HIS creation into canvas and mix the colours in it.

  
While surrealism shows how wild the painter imagination is. How creative he is.

 
 Aside from imagination or art talking, I like staring at painting because painter must have soft heart. I mean a heart which is easily getting touched. In other words, painter can be said that he is near to the GOD (religious)

Remember the sentence from my teacher when I was in high school

"Only poet who knows how to enjoy the life to the full"

Kamis, 06 Maret 2014

#30Dayblogging If I hit Lotery for 100 Millons Dollar


Day 7

If I hit Lotery for 100 Millons Dollar,,,,

Wow with that stack of money, what should I do?.
**Thinking hards. 
I can buy anything and spend how much I want. :D

Wait,,,,
First I have to calculate how much 100 million dollars in Rupiah.
100 million multiply 12 thousand (yeah,around that nominal) equal 1.200.000.000.000. What should we call it? Trilion??

Hmm I can swim in that stack money. Just like Uncle Gober.


So, how will I spend that money? First, I have to take 2.5% for alms.
100 million x 2.5%= 2.5 millon. 100-2.5=97.5 million

And for the rest $97.5 million dollar, just see:
 
I’ll make my family for the first priority to enjoy the money. Ehm,, I’ll spend it for my little brother and little sister’s school. Will buy them new complete stationary,
supporting books based on their school subject. And pay their school fee for two years. Ahahaha

How much does it cost? Surely I don’t know. Whatever. I have a lot of money. Just spend it whatever I like :P

Then next my sister. Will help her for her college fee and buy books she needs for her classes. 
 
Enough? Ehm, my parents will get it too. Will give my mom jewellery she longing (the necklace and bracelet she keeps talking about), and will give my dad a new motor cycle. And also take them to pilgrimage to Mecca. Just three of us



That’s enough for my main family. So, I’ll spend a few to buy many cloths, toys and divide them for my nieces, my cousins and my cousins’ child.

And it’s time to indulge. I’ll directly book ticket to fly to London. London! Longing you for so long. Will turn around London, and allover England. Visiting Avon, King Cross’station, Leavesden studio, and every trace of Harry Potter and Shekespeare there. 





From England I’ll jump to Ireland . Visiting Exeter university. 




Then the last is Usa. I must visit Harry Potter World and play every vehicle there.


then, I will use the rest of my money to support my Master Degree and give to people who need it.

That's my plan, what yours ????

:)

Tere Liye dan Segitiga Naga


Tere Liye, seorang penulis Indonesia yang tak diragukan kemampuan menulisnya. Beliau selalu mampu menguak sisi lain kehidupan dan memolesnya menjadi suatu yang sangat menarik. Ada salah satu bukunya yang membuatku sangat penasaran. Penasaran karena dialog ini :

Opa mengenali rasi bintang, Tommy. Nelayan yang mengajari Opa selama berminggu-minggu diatas perahu kayu bocor. Kemudi otomatis kapal tidak menuju Hongkong bukan?”
Aku menelan ludah.
Opa menghela napas perlahan dalam-dalam . “Ah, bahkan hingga sekarang , Opa selalu merinding membayangkan cerita itu. Lihat, bulu lengan Opa berdiri. Ketakutan terbesar bagi seorang pelaut paling tangguh sekalipun. Pasifik tidak menuju Hongkong, bukan?”
***
Orang tua ini akan memilih loncat, Tommy”. Opa tersenyum lelah, tertawa ganjil. “kau pastilah tahu, Opa lebih baik memilih mati dibunuh penjajah, dimakan hewan buas lautan, atau karam sekalipun, dibanding ‘sesuatu’ itu. Kau tahu, bukan?” Opa mengedipkan matanya.
***
Ram, aku menertawakan dia sekarang. Persis saat ini, Pasifik telah tiba di bagian laut yang hilang dari peta navigasi. Kemudi kapal itu tidak pernah menuju Hongkong. Aku telah mengubahnya, lantas menipu display-nya seolah-olah tetap menuju kearah Hongkong. Persis saat ini juga, Pasifik kehabisan solar, terapung-apung tanpa tenaga, teerjebak di bagian laut yag bahkan sejak Opa muda dulu legendanya sudah mengrikan.
Aku tertawa, membayangkan wajah panik Ram saat bangun tidur, melihat ke luar jendela, bukannya gedung-gedung tinggi dan burung camar yang menyambutnya, melainkan hamparan lautan kosong sejauh mata memandang. Dengan logistik di lambung Pasifik, dia boleh jadi bisa bertahan dua hari di sana. Tetapi semua pelaut tahu, bukan soal logistik. Bertahun-tahun, puluhan kapal, bahkan belasan pesawat terbang telah hilang di bagian itu tanpa pernah terjelaskan.

Saat membaca ini, otomatis pikiranku menuju Segitiga Bermuda yang terkenal itu. Tapi, segitiga itu kan tidak terletak di Asia. Segera kubuka atlasKucari laut apa yang terletak disekitar Hongkong. Memang ada Samudra Pasifik, tapi itu tak mungkin. Kuperhatikan lagi Negara di sekitar Hongkong yang dikelilingi laut. Dan tiba-tiba saja aku tertarik pada Jepang. Apa iya ada segitiga juga di Jepang?

Secepat kilat kutanya Mbah Google. Dan ternyata ada. Segitiga itu sering disebut Laut Iblis atau Segitiga naga (“Ma-no Uni”). Segitiga ini terletak di Jepang bagian barat hingga pulau Yap di selatan dan Taiwan ke barat. Sampai saat ini laut itu tidak dapat terlacak dalam alat navigasi. Legenda Jepang kuno menyebutkan bahwa kawasan ini memang dihuni oleh sejumlah naga, sehingga dinamai segitiga naga.

Ehm, jadi ingat film Avatar- The legendof Aang. Saat itu Aang dan kawan-kawannya serta rombongan keluarga si ibu hamil ingin pergi ke Basinsei . karena mereka tak bisa mendapatkan tiket kapal, akhirnya mereka berjalan kaki dan menuju Jalur naga. Disana memang mereka bertemu naga. Mungkin saja Jalur Naga difilm ini terilhami oleh Segitiga naga. 
 
Mau tahu lebih lengkap tentang Segitiga Naga? Intip disini. 
 



http://okepos.blogspot.com/2013/01/perairan-maut-segitiga-naga-di-samudera.html

Ehm, dan ternyata Indonesia juga punya 'Segitiga' juga loh.